Hati-Hati Pengguna GPS Navigasi Bisa Dipenjara.

Sedang heboh terdengar issue pelarangan penggunaan GPS Navigasi pada saat mengemudi, kabar itu benar adanya.Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 yang berisi bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sementara itu, dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi dijalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp. 750.000.

GPS Navigasi adalah satu teknologi yang dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia khususnya dalam hal ini untuk mengemudikan kendaraan, kita dapat mengetahui rute terbaik untuk kita lewati, waktu tempuh perjalanan, kondisi terkini dari rute yang akan kita lewati dan banyak lagi yang lainnya. Dan tidak mungkin pabrikan mobil menyematkan teknologi ini ke banyak mobil yang dibuatnya jika GPS Navigasi adalah hal yang tidak baik digunakan serta dapat membahayakan penggunanya.

Seperti yang dikutip dari detikNews Rabu/30 Januari 2019/16:16 WIB ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menjelaskan “Penggunaan GPS dapat dibenarkan sepanjang tidak menggangu pengemudi dalam berlalu lintas. Artinya, tidak setiap pengendara yang menggunakan GPS serta-merta dapat dinilai mengganggu konsentrasi mengemudi yang membahayakan pengguna jalan lainnya yang dapat dinilai melanggar hukum, sehingga penggunaanya harus dilihat secara kasuistis,” jelas Anwar.

Dalam berita yang kami kutip dari kompas.com, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, “ Kami tidak pernah melarang penggunaan aplikasi GPS diponsel sebagai petunjuk arah saat berkendara, asalkan penggunaan aplikasi tersebut tidak digunakan dengan posisi-posisi yang menyalahi aturan dan menimbulkan konsentrasi pengendara menjadi menurun. Misalkan saja menggunakan aplikasi GPS sambal dipegang dengan tangan kiri, lalu tangan kanan menyetir atau memegang stang motor. Lalu selama berkendara melihat kelayar ponsel, itu yang berbahaya.” Paparnya.

Sebagai masyarakat yang cerdas kita tidak usah membesar – besarkan berita atau UU tersebut sehingga memperkeruh suasana dan tidak mendapatkan pelajaran yang positif dari peraturan itu, tentunya pemerintah merancang dan membuat peraturan tersebut agar supaya memberi efek positif dan masyarakat lebih bijak menggunakan teknologi yang ada.

Artinya penggunaan GPS Navigasi boleh saja asalkan igunakan dengan sesuai aturan dan tidak mengganggu konsentrasi pengemudi yang bisa berdampak negative pada keselamatan pengemudi dan pengguna jalan yang lain.

Leave A Comment